Analisis Data (Informasi Digital)
Pada pembahasan analisa digital kita akan mencari tahu tentang sebuah Informasi Digital. Konsep informasi digital bisa memiliki arti yang berbeda tergantung pada konteksnya. Berbagai macam aktivitas yang kita lakukan atau kerjakan, tidak bisa lepas tanpa dukungan sebuah data. Sehingga kumpulan data ini bisa menjadi sebuah informasi.
Pengertian Informasi Digital
Perlu diketahui bahwa informasi digital tidak hanya dideskripsikan pada kata-kata dan angka. Apa pun yang dapat dilihat atau didengar dapat dijadikan media digital, sehingga informasi ini dapat mencakup musik, gambar bergerak , atau foto karya seni.
Namun perlu kita ketahui bahwa informasi digital meskipun mampu menjadi alternatif dalam penyampaian sebuah informasi, kita harus tetap dalam aturan yang baik dan bijaksana dalam menyampaikan atau menerima informasi secara digital. Karena semua informasi di media digital sangat tidak terbatas dan kurang dari pengawasan maka harus mampu melakukan identifikasi informasi digital.
Identifikasi Informasi Digital
Penting bagi kita untuk mengetahui tentang informasi digital, kita bisa melakukan identifikasi dari berbagai macam platform untuk mencari kebenaran atau validnya sebuah informasi yang diterima. Berikut ini adalah macam-macam platform yang perlu kita ketahui dan cara melakukan identifikasi informasi tersebut.
Pesan Elektronik (e-mail)
Pesan yang masuk ke kotak e-mail secara tidak diundang dan tidak diketahui secara pasti pengirimnya perlu diidentifikasi agar terhindar dari bahayanya.
Keamanan Informasi Digital
Keamanan informasi adalah praktik melindungi informasi dengan mengurangi risiko informasi. Hal ini biasanya melibatkan pencegahan atau pengurangan kemungkinan pihak asing yang berusaha mengakses data, atau penggunaan, pengungkapan, gangguan, penghapusan, modifikasi, inspeksi, perekaman, atau devaluasi informasi yang melanggar hukum . Sementara dengan melibatkan tindakan itu dengan mengurangi dampak buruk dari insiden tersebut. Informasi yang dilindungi dapat dalam bentuk apapun, misalnya elektronik atau fisik seperti dokumen penting atau bahkan beberapa pengetahuan.
Untuk menstandarisasi aturan ini, kita memerlukan kolaborasi dengan akademisi dan profesional yang menawarkan terkait panduan, kebijakan, dan standar industri tentang kata sandi, perangkat lunak antivirus, firewall, perangkat lunak enkripsi , tanggung jawab hukum, kesadaran dan pelatihan tentang keamanan data, dan sebagainya.
Ancaman Keamanan Informasi Digital
Ancaman Keamanan Informasi bisa banyak seperti serangan pada Perangkat Lunak atau Software, pencurian kekayaan intelektual, pencurian identitas, sabotase, dan pemerasan informasi. Ancaman dapat berupa apa saja yang dapat memanfaatkan kerentanan untuk membongkar keamanan dan biasanya mampu mengubah, menghapus, merusak informasi-informasi pribadi atau organisasi. Serangan pada perangkat lunak adalah teridentifikasinya dari Virus, Worms, Trojan Horses, dll. Mereka ini adalah perangkat lunak berbahaya yang meskipun memiliki perilaku yang berbeda namun mampu merusak perangkat lunak yang kita miliki.
Penerapan Keamanan Sederhana
Dalam peranan informasi yang bersifat rahasia, penerapan keamanan data perlu dilakukan agar data yang kita miliki tidak dengan mudah di akses oleh orang asing, seperti pembocoran, pencurian, modifikasi dari data yang kita miliki.
Sebagai contoh secara sederhana hal yang bisa kita lakukan dalam penerapan keamanan data adalah sebagai berikut.
Memasang password dokumen
Dalam hal ini kita menggunakan aplikasi Microsoft Office Word dengan menambahkan password pada dokumen yang akan kita buat, sehingga untuk mengakses dokumen tersebut diperlukan password sebagai akses masuk.
Melakukan enkripsi teks
Enkripsi ( encrypt ) ini secara sederhana adalah proses penyandian informasi, dimana isi didalam informasi yang kita miliki diubah menjadi sebuah text yang tidak dapat dibaca oleh siapapun sebelum enkripsi tersebut dibatalkan ( decrypt ).
sumber video: youtube edu technology
Pengumpulan Data
Pengumpulan data adalah proses mengumpulkan dan menganalisis informasi spesifik untuk menawarkan solusi pertanyaan yang relevan dan mengevaluasi hasilnya. Tujuan utama pengumpulan data adalah untuk memudahkan peneliti dalam membuat evaluasi dan mampu membuat prediksi dari hasil analisa data untuk masa depan.
Jenis – jenis pengumpulan data
Pengumpulan data primer
Dalam proses pengumpulannya, data primer didapatkan dengan melibatkan partisipasi aktif dari peneliti. Biasanya, data primer dikumpulkan melalui kegiatan survei, observasi, eksperimen, kuesioner, wawancara pribadi dan media lain yang digunakan untuk memperoleh data lapangan.
Pengumpulan data sekunder
Metode pengumpulan data sekunder sering disebut juga dengan metode penggunaan bahan dokumen. Karena dalam hal ini, peneliti tidak secara langsung mengambil data sendiri tapi meneliti dan memanfaatkan data yang dihasilkan oleh pihak-pihak lain.
Pentingnya pengumpulan data
Ada banyak alasan yang mendasari pengumpulan data, terutama bagi seorang peneliti. Berikut adalah alasan mengapa pengumpulan data itu penting.
1. Mengurangi kemungkinan kesalahan
Tentunya peneliti akan merasa kesulitan dalam mengetahui hasil penelitian, dan meminimalisir kesalahan-kesalahan di dalam prosesnya.
2. Mengambil keputusan
Dalam sebuah penelitian terkadang memiliki risiko, dengan mengumpulkan data peneliti mampu membuat keputusan yang terstruktur untuk meminimalisir risiko tersebut.
3. Hemat biaya dan waktu
Pengumpulan data mampu menghemat waktu dari dana peneliti yang bisa saja disalahgunakan tanpa pemahaman yang lebih dalam tentang topik atau materi pelajaran.
4. Mendukung kebutuhan dari ide, gagasan, atau inovasi baru
Untuk membuktikan perlunya perubahan norma atau pengenalan informasi baru yang akan diterima secara luas, penting tentunya mengumpulkan data sebagai bukti untuk mendukung klaim tersebut.
Metode pengumpulan data
Berikut ini adalah beberapa metode untuk melakukan pengumpulan data yang dapat dilakukan oleh peneliti.
a. Wawancara
Wawancara adalah percakapan tatap muka antara dua individu dengan tujuan tunggal mengumpulkan informasi yang relevan untuk memenuhi tujuan penelitian.
Alat-alat yang diperlukan untuk melakukan wawancara adalah seperti perekam suara, kamera digital, dan kamera perekam video. Dengan alat-alat tersebut pula dapat menjadi bahan pertimbangan kedepan dan sebagai bukti dari aktivitas wawancara.
b. Kuesioner
Kuesioner adalah proses pengumpulan data melalui instrumen yang terdiri dari serangkaian pertanyaan dan petunjuk untuk menerima respons dari individu yang diberikannya. Kuesioner juga dirancang untuk mengumpulkan data dari suatu kelompok.
Perlu diketahui bahwa kuesioner bukanlah survei atau angket, melainkan merupakan bagian darinya. Survei adalah proses pengumpulan data yang melibatkan berbagai metode pengumpulan data, termasuk kuesioner.
c. Studi Kepustakaan
Studi kepustakaan adalah kegiatan untuk menghimpun informasi yang relevan dengan topik atau masalah yang menjadi objek penelitian. Informasi tersebut dapat diperoleh dari buku-buku, karya ilmiah, tesis, disertasi, ensiklopedia, internet, dan sumber-sumber lain. Studi kepustakaan merupakan teknik pengumpulan data dengan tinjauan pustaka ke perpustakaan dan pengumpulan buku- buku, bahan-bahan tertulis serta referensi-referensi yang relevan dengan penelitian yang sedang dilakukan.


